Kajian Ahad pagi setelah subuh tanggal 19 Juli 2026, KH. Adnan Idris Kaisan menjabarkan isi kitab Tanwirul Qulub Bagian Kedua-Bab 8 tentang bahayanya sifat kikir (bakhil) yang dapat merusak kesucian hati.
Dalam Alquran (Ali Imran: 180), Allah SWT berfirman:
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْۗ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْۗ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ وَلِلّٰهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيرٌ ١٨٠
wa lâ yaḫsabannalladzîna yabkhalûna bimâ âtâhumullâhu min fadllihî huwa khairal lahum, bal huwa syarrul lahum, sayuthawwaqûna mâ bakhilû bihî yaumal-qiyâmah, wa lillâhi mîrâtsus-samâwâti wal-ardl, wallâhu bimâ ta‘malûna khabîr
Artinnya:
"Jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya mengira bahwa (kekikiran) itu baik bagi mereka. Sebaliknya, (kekikiran) itu buruk bagi mereka. Pada hari Kiamat, mereka akan dikalungi dengan sesuatu yang dengannya mereka berbuat kikir. Milik Allahlah warisan (yang ada di) langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Ali Imran: 180)
Dalam kitab Tanwiirul Quluub, Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi mendefinisikan kikir (bakhil) yaitu sikap enggan memberi atau menahan hartanya dari orang lain karena adanya rasa takut hartanya tersebut akan berkurang. Sifat ini merupakan salah satu dari penyakit batin (penyakit hati) utama yang wajib dibersihkan melalui proses takhliyah (pengosongan diri dari sifat tercela), sehingga nantinya cahaya ilahi dapat masuk ke dalam qalbu.
Syaik Muhammad Amin Al-Kurdi dalam pembahasannya mengenai bukhl ini juga mengutip haditst berikut:
السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنَ اللَّهِ، قَرِيبٌ مِنَ الْجَنَّةِ، قَرِيبٌ مِنَ النَّاسِ، بَعِيدٌ مِنَ النَّارِ، وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنَ اللَّهِ، بَعِيدٌ مِنَ الْجَنَّةِ، بَعِيدٌ مِنَ النَّاسِ، قَرِيبٌ مِنَ النَّارِ، وَلَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ عَابِدٍ بَخِيلٍ"
Artinya:
Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang kikir (pelit) itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Dan sungguh, orang bodoh yang dermawan lebih dicintai oleh Allah Ta'ala daripada ahli ibadah yang kikir (HR. Imam At-Tirmidzi )
Menyitir salah satu hadits lain, kikir adalah ranting-ranting pohon neraka yang semestinya dihindari anak cucu Adam di dunia. Sebaliknya, dermawan adalah ranting-ranting pohon surga yang menjulur ke dunia yang sudah semestinya dipegangi oleh umat manusia di dunia.
واعلم أن البخل شجرة في النار، وأغصانها مدلاة على الدنيا، وهي شجرة الشيطان، فمن تعلق بغصن منها قادت إلى النار. وكذلك الكرم شجرة في الجنة، وأغصانها مدلاة على الدنيا، فمن تعلق بغصن منها جذبه إلى النعيم
Artinya:
"Ketahuilah bahwa sifat kikir (pelit) adalah sebuah pohon di neraka, yang ranting-rantingnya menjulur ke dunia, dan ia adalah pohon setan. Barangsiapa yang berpegang pada salah satu rantingnya, maka ranting itu akan menyeretnya ke dalam neraka. Sebaliknya, sifat dermawan adalah pohon di surga, yang ranting-rantingnya menjulur ke dunia, dan barangsiapa yang berpegang pada salah satu rantingnya, maka ia akan ditarik menuju kenikmatan."
Bidang Peribadatan dan Taklim
