Kajian Sabtu malam Ahad, 13 Juni 2026 di Masjid Ar Rayyan, dalam pembukaan kajian tafsir Surat Yaasin, Ustadz Sandi Andriyansah, Lc menjelaskan anjuran atas kesunahan membacakan surat Yaasin kepada kerabat yang sedang dalam kondisi naza’ (sakaratul maut). Mengutip sumber lain, beliau menyarankan agar selama menghadapi sakaratul maut, dibacakanlah surat Yaasin dan setelah itu dilanjutkan dengan talqin berupa kalimah toyyibah kepada orang yang sakit atau pasien.
Sumber lain dengan penekanan pada inti pesan yang sama untuk keterangan anjuran pembacaan surat Yaasin saat sakaratul maut ini terlacak sebagai berikut.
Membaca Yasin untuk orang yang mau meninggal, hukumnya sunah berdasarkan sejumlah riwayat hadis. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan dari sahabat Ma’qal bin Yasar RA berikut ini:
عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اقْرَءُوا يس عَلَى مَوْتَاكُمْ
“Dari Ma’qal bin Yasar ra berkata, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Bacakanlah surat Yasin atas orang-orang yang hendak meninggal.” (HR. Abu Daud)
Selain dianjurkan membaca Surat Yaasin, juga membaca Surat Ar Ra’du, sebagaimana tertuang dalam kitab Roudhatut Thoolibiin II/97.
ويستحب أن يقرأ عند سورة ( يس ) واستحب بعض التابعين سورة ( الرعد ) أيضا
“Dan disunahkan membacakan surat Yaasiin pada orang yang sakit keras (sakarat almaut) sebagian para taabi’iin juga mensunahkan dibacakan surat arra’du”.
وفي رباعيات أبي بكر الشافعي: ما من مريض يقرأ عند يس إلا مات ريانا، وأدخل قبره ريانا، وحشر يوم القيامة ريانا. قال الجاربردي: ولعل الحكمة في قراءتها أن أحوال القيامة والبعث مذكورة فيها، فإذا قرئت عليه تجدد له ذكر تلك الاحوال. (وقوله: والرعد) أي ويسن أن يقرأ عنده الرعد أي لقول جابر بن زيد: فإنها تهون عليه خروج الروح.
Dalam seperempat bahasan milik Abi Bakar assyafi’i dijelaskan : “Tidak seorang yang sakit (keras) dibacakan surat Yaasiin kecuali bila meninggalnya dalam keadaan lega, saat memasuki kuburnya juga lega, saat digiring dihari qiyaamat juga lega”. Imam Al Jarbardy berkata “Hikmah membacakan Yasiin adalah sesungguhnya keadaan hari Qiyamat dan kebangkitan disebut dalam surat tersebut, maka saat dibacakan dapat memperbaharui ingatannya kembali tentangnya”. Disunahkan juga membacakan surat arra’du berdasarkan riwayat Jabir bin Zaid “sesungguhnya surat arra’du dapat memudahkan keluarnya ruh”.
وروي. ما من ميت يقرأ عنده يس إلا هون الله عليه. ويستحب - إذا احتضر الميت - أن يقرأ عنده أيضا سورة الرعد فإن ذلك يخفف عن الميت سكرة الموت، وإنه أهون لقبضه، وأيسر لشأنه.
Dalam sebuah riwayat dijelaskan “Tidak seorang yang (hendak) meninggal saat dibacakan Yaasin kecuali Allah memudahkannya”. Disunahkan juga saat menjemput kematian dibacakan surat arra’du karena yang demikian dapat meringankannya dari sakarat almaut, mempermudah tercabutnya ruh, dan meringankan keadaannya. [ Hasyiyah iaanah at-thoolibiin II/107,164 ].
Dirangkum dari berbagai sumber
