Hari-hari ini, banyak keluarga Muslim disibukkan dengan persiapan anak memasuki sekolah-sekolah, baik sekolah negeri mupun swasta. Ada juga yang memilih jalur sekolah yang menyatu dengan asrama (boarding school) seperti di pondok-pondok pesantren. Belum lagi juga dengan telah berjalannya sekolah rakyat.
Pada dasarnya, pendidikan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan manusia yang harus dimulai sejak dini. Bagi seorang anak, pendidikan adalah hak dasar dan oleh sebab itu, orangtua dan institusi yang lebih besar seperti pemerintah sudah seharusnya memperhatikan serta memenuhi hak anak tersebut.
Pendidikan anak ini menjadi tema dalam khutbah Jumat di Masjid Ar Rayyan, Pengasinan, Sawangan, dengan khotib KH. Ahsan Shonhajie pada hari Jumat, 10 Juli 2026. Dalam khutbahnya, beliau menekankan pemenuhan pendidikan bagi anak menjadi salah satu faktor utama dalam membentuk karakter serta masa depan mereka, baik untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak.
Dalam Alquran dijelaskan pentingnya peran orangtua dalam mendidik anak dari mulai usia dini sebagaimana yang tersurat dalam QS. al-Luqman ayat 13-19. Dalam ayat tersebut dijelaskan, Luqman Al-Hakim memberikan nasihat kepada anaknya tentang pentingnya iman kepada Allah SWT, melaksanakan kebaikan, dan dan menjauhi keburukan. Luqman menasihati anaknya secara berurutan tentang tauhid, bakti kepada orang tua, kesadaran akan pengawasan Allah, kewajiban beramal saleh, hingga etika sosial (tidak sombong dan bersuara lembut).
Selain nasihat Luqman kepada anaknya, dalam Alquran juga ditegaskan peranan orangtua untuk menjaga anak-anaknya dari kerusakan dan ancaman api neraka. Seperti yang dinyatakan dalam surah at-Tahrim ayat 6:
Yâ ayyuhalladzîna âmanû qû anfusakum wa ahlîkum nâran wa qûduhan-nâsu wal-ḫijâratu ‘alaihâ malâ'ikatun ghilâdhun syidâdun lâ ya‘shûnallâha mâ amarahum wa yaf‘alûna mâ yu'marûn
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras yang selalu mengikuti perintah Allah dan tidak mendurhakai-Nya (QS. at-Tahrim ayat 6).
Rasulullah SAW. juga menekankan pentingnya peran orangtua dalam membimbing dan menyediakan pendidikan bagi anak dengan bersabda:
Artinya:
"Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim 2699).
Peran orangtua menjadi dasar bagi pendidikan anak. Oleh karena itu, adalah penting bagi orangtua untuk memahami peran mereka sebagai pembimbing spiritual dan moral bagi anak di tahap paling awal, yang berpengaruh terhadap perkembangan karakter, pengetahuan dan skill anak di masa dewasanya.
Dalam prespektif Islam, pendidikan anak adalah tanggung jawab utama orangtua, yang tidak hanya bersifat duniawi tetapi juga mencakup aspek ukhrowi. Anak-anak adalah amanah Allah SWT, dan orangtua diwajibkan untuk mendidik mereka agar menjadi individu yang berakhlak, beriman dan berilmu.Tanggung jawab ini tidak hanya mencakup pemberian ilmu pengetahuan, tetapi juga penanaman nilai-nilai, akhlak dan keimanan yang menjadi bekal bagi anak dalam menjalani kehidupan.
Dalam Alquran dijelaskan pentingnya peran orangtua dalam mendidik anak dari mulai usia dini sebagaimana yang tersurat dalam QS. al-Luqman ayat 13-19. Dalam ayat tersebut dijelaskan, Luqman Al-Hakim memberikan nasihat kepada anaknya tentang pentingnya iman kepada Allah SWT, melaksanakan kebaikan, dan dan menjauhi keburukan. Luqman menasihati anaknya secara berurutan tentang tauhid, bakti kepada orang tua, kesadaran akan pengawasan Allah, kewajiban beramal saleh, hingga etika sosial (tidak sombong dan bersuara lembut).
Selain nasihat Luqman kepada anaknya, dalam Alquran juga ditegaskan peranan orangtua untuk menjaga anak-anaknya dari kerusakan dan ancaman api neraka. Seperti yang dinyatakan dalam surah at-Tahrim ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Yâ ayyuhalladzîna âmanû qû anfusakum wa ahlîkum nâran wa qûduhan-nâsu wal-ḫijâratu ‘alaihâ malâ'ikatun ghilâdhun syidâdun lâ ya‘shûnallâha mâ amarahum wa yaf‘alûna mâ yu'marûn
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras yang selalu mengikuti perintah Allah dan tidak mendurhakai-Nya (QS. at-Tahrim ayat 6).
Dengan kata lain, pendidikan merupakan cara terbaik untuk mencegah anak terjerumus dalam kerusakan dan ancaman api neraka.
Rasulullah SAW. juga menekankan pentingnya peran orangtua dalam membimbing dan menyediakan pendidikan bagi anak dengan bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ
'An Abii Huroirota rodhiyallohu anhu annahu kaana yaquulu qoola rasulullahi shollallohu alaihi wasallam Maa min mauludin illaa yuuladu 'alal-fithrati, fa abawaahu yuhawwidanihi wa yunashshiranihi wa yumajjisanihi.
Artinya:
"Tidak ada satu pun bayi yang dilahirkan melainkan dia berada dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Bukhari no. 1358 dan Muslim no. 2658).
Hadis ini menggambarkan betapa lingkungan keluarga, terutama peran orangtua sangat menentukan arah keimanan dan karakter seorang anak. Jadi sudah sepantasnya bagi orangtua untuk memberi pendidikan yang sesuai kepada anak-anaknya dengan akidah dan karakter keIslaman yang kuat untuk bekal hari depannya kelak. Lewat pendidikanlah, anak dapat berkembang sesuai keinginan orangtuanya.
Pendidikan memberikan banyak ilmu dan pengetahuan kepada anak. Apalagi, janji Allah SWT., orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya. Dalam Alquran, Allah SWT menyandingkan derajat orang-orang yang beriman dengan mereka yang memiliki ilmu seperti teruraikan dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11,
yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qîla lakum tafassaḫû fil-majâlisi fafsaḫû yafsaḫillâhu lakum, wa idzâ qîlansyuzû fansyuzû yarfa‘illâhulladzîna âmanû mingkum walladzîna ûtul-‘ilma darajât, wallâhu bimâ ta‘malûna khabîr
Artinya:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١
yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qîla lakum tafassaḫû fil-majâlisi fafsaḫû yafsaḫillâhu lakum, wa idzâ qîlansyuzû fansyuzû yarfa‘illâhulladzîna âmanû mingkum walladzîna ûtul-‘ilma darajât, wallâhu bimâ ta‘malûna khabîr
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan (QS. Al-Mujadilah: 11).
Begitu juga dalam banyak hadis, ilmu dianggap sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup seseorang dan membimbingnya menuju kesuksesan di dunia serta keselamatan di akhirat. Rasulullah SAW bersabda,
'An Abii Hurairota qoola Rasulullah shollallohu alaihi wasallam man salaka thoriqon yaltamisu fiihi ilman, sahhalallahu lau bihi thoriiqon ilal jannah.
Begitu juga dalam banyak hadis, ilmu dianggap sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup seseorang dan membimbingnya menuju kesuksesan di dunia serta keselamatan di akhirat. Rasulullah SAW bersabda,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya:
"Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim 2699).
Oleh sebab itu, mendorong dan menyemangati anak-anak untuk belajar dan menguasai ilmu yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat manusia tentulah menjadi peranan yang harus diambil para orangtua dalam menyiapkan generasi muda Islam dan bangsa Indonesia.
Bagian Peribadatan dan Taklim
